January 22, 2014

KUPI CULTURE PROJECT


Business are start from Ideas, Fund, and Experience
Kupi Culture adalah sebuah organisasi yang berbasis event dan entertainment, berpusat di warung kopi Banda Aceh. tujuan utamanya adalah mengajak anak muda banda aceh untuk menjadi lebih creative dan innovative untuk mewujudkan ide-ide brilian untuk kota Banda Aceh.


Kupi Culture bukan cuma dialog warung kopi biasa. Entertainment, game, stimulus, dan berbagai workshop design thinking digelar disini. sekarang duduk-duduk di warung kopi bukan hanya buang-buang waktu, tapi kita melakukan sesuatu yang positif.
Acara ini merupakan hasil kerjasama antara mahasiswa Australia dan juga mahasiswa Indonesia, khususnya Banda Aceh, komunitas yang bertemakan Kupi Culture ini merupakan sebuah bentuk kepedulian mahasiswa Australia yang ingin memajukan dan lebih membuka serta menambah kreatifitas para pemuda aceh yang sangat berpotensi untuk mengembangkan Kota Banda Aceh menjadi lebih baik. Dilihat dari namanya yaitu Kupi Culture, ini mengindikasikan bahwa Banda Aceh terkenal dengan Warung Kopi dan masyarakatnya yang gemar meminum kopi. Jadi dari sinilah para pelajar asing bisa menemukan hal-hal baru yang belum mereka temui di daerah asalnya.
Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, selama 5 hari tersebut pula para mahasiswa Indonesia dengan senang hati mendampingi mahasiswa asing selama berada di banda aceh, mahasiswa asing yang berasal dari Sydney tersebut berjumlah belasam orang yang memiliki latar belakang umur dan pendidikan dari mahasiswa master University Of Technology Sydney (Australia) dan City Switch (Japan).

Pada dua hari pertama merupakan tahap pengenalan satu sama lain dan juga mengenalkan apa saja pariwisata yang ada di banda aceh, kami mengunjungi berbagai terpat pariwisata dan juga tempat bersejarah yang ada. Para mahasiswa asing tersebut sangat senang dan merasa sangat di hormati.

Hari pertama
Hari pertama ini kami melakukan perkenalan. Di sela perkenalan ini terdapat kegiatan-kegiatan seperti bermain game, menambah semangat dan tingkat kosentrasi, dan juga menyantap makanan ringan sambil mengobrol ringan.
Setelah itu, kami berjalan-jalan mengunjungi warung kopi, tidak hanya bertujuan untuk bersantai, tapi juga bertujuan untuk membuat para mahasiswa asing tersebut mengetahui dan merasakan budaya yang sering dilakukan sebagian para remaja di kota Banda Aceh.
Untungnya saat mereka datang, provinsi Aceh sedang menggelar event Kebudayaan yaitu Pekan Kebudayaan Aceh ke V, disini mereka dapat melihat langsung budaya masyarakat aceh. Mereka merasakan rumah adat dari seluruh penjuru aceh, melihat tarian tradisional aceh, bahkan membeli barang-barang kerajinan aceh seperti bross pintu aceh, tas, dan sepatu.
Setelah lelah, kami pun mengakhiri hari pertama yang menyenangkan ini dengan kembali ke rumah masing-masing.
Hari ke Dua.
Di hari kedua, kami kembali ke gedung Youth Centre. Gedung tersebut merupakan tempat teman asing itu menginap, sebelum melanjutkan perjalanan, kami dibekali beberapa materi, yaitu tentang persona seseorang, apa yang diminati, latar belakang, serta pola piker seseorang tersebut terhadap sesuatu.
 Setelah itu, kami mengelilingi tempat-tempat wisata yang ada di Banda Aceh, yaitu :
Museum Tsunami Aceh, Gunongan, Kapal PLTD Apung, dan memanjakan lidah di Kuala cangkoi dengan pemandangan alam nya yang indah. Tidak hanya itu, kami juga melakukan wawancara kepada remaja yang ada di sana, untuk memenuhi materi persona yang telah di jelaskan pagi harinya.
Setelah lelah seharian berjalan-jalan dan juga telah belanja beberapa souvenir khas aceh, kami pun kembali ke Youth Center tempat penginapan mereka yang terletak di daerah Kajhu untuk mempresentasikan hasil wawancara persona kami, semuanya terlihat bersemangat dan dengan sepenuh hati untuk mendengarkan teman-teman yang presentasi.


Hari Ke Tiga  dan ke Empat
Di hari ketiga, kegiatan workshop di lakukan di fakultas teknik, disana kami melakukan banyak hal, seperti diskusi untuk mengembangkan aceh. Kami mempresentasikan nya dengan sebuah miniature sebuah tempat yang kami inginkan untuk ada di aceh, dan tidak hanya itu saja, kami juga melakukan roleplay atau drama singkat yang menggambarkan aktifitas yang ada di tempat itu nanti.


Ketika jam siang, kami melakukan banyak kegiatan di warung kopi, tidak hanya bertujuan untuk workshop saja, namun dari sinilah kami dapat bertukar pikiran serta bertukar pengalaman yang pernah kami rasakan antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing.

Dihari selanjutnya, workshop beralih ke IT Center ex Garuda Theatre.
Kami di bagi menjadi beberapa kelompok yang didasarkan pada minat dan bakat yang kita miliki, diantaranya yaitu coffee shop, innovation hub, youth centre, connection, dan tourism. Saya pun tertarik untuk memilih bergabung dan berdiskusi bersama untuk membangun Aceh dari segi Pariwisata.





Pariwisata
Pariwisata yang sangat terkenal di aceh sangat banyak sekali, seperti wisata alam, wisata kuliner, dan juga wisata situs peninggalan tsunami.
Nah, fungsi adanya Kupi Culture ini adalah memeberikan inovasi baru kepada pemuda aceh agar dapat membangun aceh menjadi lebih baik, maka dari itu kelompok yang membahas tentang pariwisata ini akan mencari solusi bagaimana memecahkan masalah yang ada dan membuat orang di dunia lebih mengetahui aceh dengan pariwisatanya yang indah dan luar biasa.
Hasilnya yaitu membuat pusat informasi pariwisata dan juga mengunakan tour guide untuk perjalanan para turis selama berada di aceh, kami menyebutnya Syedara Loen untuk Tour Guide dan Aceh Lagak sebagai sebutan untuk pusat informasi.
Untuk mewujudkan hal tersebut kami juga memikirkan siapa saja yang terlibat untuk bisa merealisasikan proyek ini, mulai dari remaja, orang tua, dinas pariwisata dan kebudayaan, pejabat daerah, hingga seluruh lapisan masyarakat yang ada di Banda Aceh.
Tentu saja hal yang melatar belakangi hal ini ialah untuk membangun aceh menjadi lebih baik di mata internasional, karena Aceh memiliki banyak potensi yang belum digali.
Setelah itu, hasil dari workshop ini di presentasikan menggunakan slide presentasi dan juga dengan Roleplay yang di peragakan oleh peserta, sehingga dapat dimengerti oleh orang yang melihatnya.
Dengan Adanya workshop ini di harapkan akan membuka wacana atau paradigma masyarakat dengan apa yang ada di Aceh, lebih menghargai harta yang di miliki Aceh baik itu alam, benda yang terlihat maupun tidak.
Berakhirnya workshop maka berakhir jugalah pertemuan kami bersama teman-teman asing yang sangat memberi inspirasi, inovasi, motivasi dan juga pengalaman berharga bagi kami selaku mahasiswa yang akan membangun aceh menjadi lebih baik nantinya.




For further information, please kindly visit Kupi Culture on Facebook
Photos source

No comments:

Post a Comment

thanks for the comment, happy reading raneeyQueen's blog ..